Dsport.Discoverynews.id 28 mei 2026 Federasi sepak bola dunia, FIFA, tengah menjadi sorotan setelah otoritas di New York dan New Jersey membuka penyelidikan terkait sistem penjualan tiket Piala Dunia FIFA 2026. Harga tiket yang melonjak drastis disebut memicu kemarahan banyak penggemar sepak bola.
Penyelidikan itu fokus pada dugaan praktik “dynamic pricing” atau harga dinamis yang membuat harga tiket berubah mengikuti tingginya permintaan pasar. Sistem tersebut dinilai menyebabkan harga tiket menjadi tidak wajar, bahkan untuk kategori umum sekalipun.
Jaksa Agung New York, Letitia James, menegaskan para penggemar seharusnya tetap memiliki akses terhadap tiket dengan harga yang masuk akal. Sementara itu, Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, menilai proses penjualan tiket FIFA justru menciptakan “kelangkaan buatan” yang memicu kenaikan harga secara ekstrem.
Laporan media internasional menyebut harga tiket final Piala Dunia 2026 bahkan menembus ribuan dolar AS. Dalam beberapa kasus di pasar sekunder, harga dua tiket final disebut mencapai lebih dari 2 juta dolar AS.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu memang diprediksi menjadi edisi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah dengan total 48 peserta dan 104 pertandingan. Namun, tingginya biaya tiket kini memunculkan kekhawatiran bahwa ajang tersebut semakin sulit dijangkau oleh suporter biasa.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya membela kebijakan harga tersebut. Ia menyebut tingginya permintaan global menjadi alasan utama lonjakan harga tiket. FIFA juga mengklaim masih menyediakan sebagian tiket dengan harga lebih terjangkau untuk beberapa pertandingan tertentu.
Kontroversi tiket ini menambah daftar polemik yang membayangi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, berbagai kritik juga muncul terkait transportasi, akses penonton disabilitas, hingga biaya akomodasi selama turnamen berlangsung.














Komentar